Sunday, August 17, 2008

Pemerintah mestinya Syukuri Oposisi PDI Perjuangan



Kondisi Indonesia Memprihatinkan ....
Pemerintah mestinya Syukuri Oposisi PDI Perjuangan
 
 

Kondisi negara Indonesia di tangan kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla dinilai makin memprihatinkan. Terutama meningkatnya harga barang, meningkatnya kemiskinan, meningkatnya pengangguran dan amburadulnya sistem transportasi nasional yang diakibatkan kelalaian manusianya. Kekacauan negara saat ini akibat pimpinan nasional tidak memiliki leadership dan selalu salah urus.

Demikian dikatakan wakil bendahara DPP PDI Perjuangan yang juga anggota DPR-RI, Ni Gusti Ayu Sukma Dewi Djaksa, S.H., dalam pelantikan pengurus ranting PDI-P se-Kabupaten Bangli, Minggu (28/1) kemarin. Dewi Djaksa mengritik data analisis yang disampaikan juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng bahwa situasi dan kondisi sekarang lebih kondusif daripada zaman pemerintahan sebelumnya yaitu zaman pemerintahan Megawati. "Namun kenyataan yang disimpulkan melalui data empiris dan pernyataan masyarakat seluruh Indonesia, kondisi yang dirasakan saat ini lebih memprihatinkan. Kekacauan negara saat ini akibat pemimpin nasional tidak memiliki leadership dan selalu salah urus," ujarnya.

Sesuai amanat Kongres I PDI Perjuangan di Denpasar, aktualisasi program kerja partai yang merupakan agenda kerja partai harus direalisasikan segenap jajaran struktural partai. Salah satunya, konsolidasi partai sampai tingkat basis.

Pada tanggal 7-9 Januari 2007 bertempat di Grand Bali Beach Sanur, katanya telah dilakukan agenda kerja partai secara nasional yakni Rakernas I PDI Perjuangan. Dalam Rakernas I PDI Perjuangan telah menyimpulkan 23 poin penting dalam rangka melakukan evaluasi terhadap program-program, konsolidasi partai, maupun terhadap perilaku bangsa dan negara. Dari 23 poin hasil keputusan rakernas itu, ada beberapa berkaitan dengan konsolidasi daerah. 

Selain itu, lanjutnya, rakernas juga melakukan evaluasi terhadap perilaku kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya rakernas menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla telah gagal memenuhi janji perubahan, seperti mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat melalui penciptaan lapangan kerja, pengurangan angka kemiskinan, peningkatakan pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi rakyat. 

Begitu juga dengan sikap oposisi yang dilakukan PDI Perjuangan, katanya, sejatinya bukan kehendak pribadi Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum DPP PDI Perjuangan tetapi amanat kongres partai. Meski begitu, sikap itu pun seyogianya harus disyukuri pemerintah. Sebab, oposisi ini berguna untuk menciptakan check and balance dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Serta dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang sehat dan bukan pemerintahan yang diktator dalam sistem presidensiil. "Bayangkan saja jika PDI Perjuangan tidak beroposisi, lantas siapa yang akan membela rakyat," tanyanya.

Rakernas PDI Perjuangan, katanya merekomendasikan dan menginstruksikan kepada seluruh jajaran struktural partai untuk melaksanakan konsolidasi organisasi secara terus-menerus bagi perwujudan tujuan, fungsi dan tugas partai. Salah satu bentuk konsolidasi organisasi yang dianggap paling efektif, turun bekerja dan berkomunikasi langsung dengan rakyat. Rakernas juga merekomendasikan kepada DPP partai untuk memerintahkan seluruh kader partai di jajaran partai, legislatif dan eksekutif di tingkat propinsi dan kabupaten atau kota untuk mendorong keputusan politik guna meningkatkan kemampuan produksi rakyat di pedesaan, perluasan akses modal, perbaikan infrastruktur pedesaan dan pertanian, meningkatkan pendidikan politik bagi rakyat.

Rekernas juga merekomendasikan kepada DPP partai untuk melakukan revitalisasi dan fungsionalisasi organ-organ partai yang seasas dalam mempertahankan pemilih tradisional dan memperlebar basis pemilih termasuk pemilih pemula untuk memperkuat bangunan sistem kepartaian PDI Perjuangan sebagai rumah besar kaum nasionalis.

2 comments:

Humaidi Muzammil said...

yoiiii

Anonymous said...

Merdeka !!! salam dr sebrang....